TITIS
Ini adalah kisah cinta pertamaku di SMA dengan
seorang wanita yang bernama Titis. Aku membaginya menjadi beberapa bagian.
Part
1 : Ketidaksengajaan
Wanita itu bernama Titis Intan Tyas Worowati.
Dia adalah kakak kelasku waktu SMA. Aku kelas satu, dia kelas dua. Ketidaksengajaan
itu di mulai dari lomba Saka Bhakti Husada se-Kabupaten. Apa itu Saka Bhakti
Husada? ini sebatas yang aku tahu aja ya. Dulu itu pramuka yang ada di
puskesmas namanya Saka Bhakti Husada, sedangkan yang ada di polsek itu namanya
Saka Bhayangkara. Jadi, waktu itu 8 siswa-siswi dari SMA-ku diambil untuk
mewakili Puskesmas Kauman, yang letaknya tak jauh dari SMA-ku. Empat anak dari kelas
satu, dan empat anak dari kelas dua. Salah satu anak dari kelas satu itu adalah
aku. Dan salah satu anak dari kelas dua itu adalah Mbk Titis. Aku memanggilnya
mbk Titis, karena dia kakak kelasku.
Waktu itu, delapan anak dikumpulkan di perpustakaan.
Kami mendengarkan semua penjelasan dari guru dan kami diminta melakukan
persiapan untuk mengikuti lomba Saka Bhakti Husada pada tanggal 31 Oktober 2011.
Pada tanggal tersebut, kami diminta untuk berkumpul di Puskesmas Kauman. Nantinya
Puskesmas Kauman yang akan mengantarkan ke tempat perlombaan.
Hari pun telah tiba, kami berkumpul di
Puskesmas Kauman. Namun ternyata, kami dapat informasi mendadak bahwa jadwalnya
mundur jadi tanggal 7 November 2011. Alhasil karena kami sudah membawa semua
perlengkapan, dan hari itu adalah hari senin, sedangkan pakaian yang kita
gunakan adalah pakaian pramuka, yang mana tidak sesuai dengan pakaian di hari
senin. Maka kita berdelapan berunding. Dan akhirnya kami sepakat untuk tidak
kembali ke sekolahan, hehehehe. Aku menyetujuinya karena selain seragam yang
tidak sesuai, aku juga sama sekali tidak membawa buku pelajaran. Btw, kita
berdelapan itu terdiri dari dua anak laki-laki dari kelas dua, dua anak
perempuan dari kelas dua, dua anak laki-laki dari kelas satu, dan dua anak
perempuan dari kelas satu.
Nah, dua anak laki-laki dari kelas dua ini
langsung pamit pergi untuk PS-an. Sedangkan yang lain masih bingung mau kemana.
Karena yang lain gak mau ikut PS-an. Salah satu diantara kita mengusulkan untuk
pergi ke tempat wisata pemandangan alam saja. Dia menyebut air terjun
pengantin, dan semua menyetujuinya. Entah bagaimana, tiba-tiba mbk Titis
memintaku untuk memboncengkannya. Katanya lebih enakan jika berboncengan saja
daripada sendiri-sendiri. Akhirnya motor yang tidak dipakai dan peralatan
perlombaan ditinggal dan dititipkan ke Puskesmas.
Tas aku tinggal di puskesmas karena berisi
perlengkapan pramuka, yang aku bawa cuman hp sama dompet dan aku titipkan ke
mbak Titis karena aku memboncengkannya. Dalam perjalanan aku tidak menyangka
bisa dekat dan tidak canggung dengannya, yang mana itu pertama kali kita ngobrol
bahkan memboncengkannya.
Setelah tiba di air terjun pengantin, kita
menghabiskan waktu disana sampai kira-kira kalo balik ke puskesmas waktunya pas
dengan jam pulang sekolah. Akhirnya kita balik lagi ke puskesmas dan pulang ke
rumah masing-masing. Malam harinya, di dalam kamar aku masih tidak menyangka
bisa ngobrol dan boncengan sama mbk Titis, karena bisa di bilang dia itu salah
satu primadona di SMA, dia juga berbakat dalam hal bernyanyi bahkan seringkali
ia dapat job nyanyi untuk sebuah pesta pernikahan.
Tiba-tiba malam itu ada Whatsaap masuk
dari nomor yang tidak ada di kontakku. Betapa terkejutnya aku, ternyata itu
dari mbk Titis yang malam ini sedang aku pikirkan, heheheh. Ada satu momen aku iseng bales chatnya jadi “kamu-kamu gitu”,
entah bagaimana mbk Titis menanggapinya dengan serius. Hingga ak pun juga
terbawa arus, lalu kita berdua sama-sama baper hihihihi, walaupun ada sedikit
kekhawatiran dibenakku karena aku jatuh cinta dengan kakak kelas. Akan tetapi
di malam itu, chat kita diselimuti cinta.
Part
2 : Tempat Termewah dan Terbaik
Comments
Post a Comment